Khutbah Jum’at: Fikih Puasa

“Kaum Muslimin, Jama’ah Jum’at yarhamukumullah, insya Allah Jum’at depan, malam harinya adalah Taraweh pertama. Artinya, satu minggu persis kita akan memasuki bulan Ramadhan. Harapan dan doa mudah-mudahan kita akan diberikan panjang umur, untuk kita memasuki bulan suci Ramadhan,” papar Ust. Dr. Nurul Irfan, MA., mengawali khutbah Jum’atnya di Masjid Himmatul Masaakiin Kebayoran Baru, 19 Mei 2017 atau 22 Sya’ban 1438 H.

Dalam khutbah singkat yang diberi tema “Fikih Puasa” itu, Ust. Dr. Nurul Irfan, MA., yang juga merupakan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menjelaskan tentang sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam ibadah puasa seperti syarat-syarat puasa, rukun puasa, sunah-sunah puasa dan hal-hal yang dimakruhkan dalam puasa. Hal ini dimaksudkan agar Jama’ah memiliki bekal keilmuan dalam menjalankan ibadah yang disyariatkan setiap tahun itu.

“Terkait dengan kewajiban puasa ini, izinkan Khatib Al-Faqir dalam kesempatan yang singkat ini menyampaikan 4 hal penting. Pertama, terkait dengan syarat puasa. Yang kedua, terkait dengan rukun puasa. Yang ketiga, masalah hal-hal yang disunahkan ketika berpuasa, dan (yang keempat) hal-hal yang dimakruhkan, yang sebaiknya untuk tidak dilakukan di bulan Ramadhan. Dengan demikian, harapan kita mudah-mudahan kita ketika menjalankan puasa tidak termasuk orang yang hanya lapar dan haus, tanpa ada pahala sedikitpun, karena Rasulullah bersabda ‘Kam min shaa`imin laisa min shiyaamihi illal juu` wal `athsy’ (Sangat banyak orang yang puasanya hanya kelaparan dan kehausan, tidak mendapat apa-apa),” jelas Khatib.

Mengenai syarat puasa, Khatib menjelaskan bahwa syarat terbagi menjadi 2, yaitu syarat sah dan syarat wajib. Yang termasuk syarat sah adalah Islam, mumayyiz, bersih dari haid dan nifas, dan dilakukan pada waktu yang diperbolehkan. Sedangkan yang termasuk syarat wajib adalah Islam, akil baligh (sudah baligh), berakal sehat dan memiliki kemampuan untuk menjalankan ibadah puasa.

Sedangkan mengenai rukun puasa, menurut Khatib rukun puasa tidak sebanyak rukun shalat. Rukun puasa hanya ada 2, yaitu niat dan menjaga diri dari semua hal yang membatalkan puasa.

“Kaum Muslimin, Jama’ah Jum’at yarhamukumullah, yang terkait rukun puasa tidak sebanyak rukun shalat. Kalau rukun shalat ada 13, sedangkan rukun puasa hanya ada 2 macam,” tegas Khatib.

Selain itu, Khatib juga menjelaskan hal-hal yang disunahkan atau sebaiknya dilakukan saat berpuasa, serta hal-hal yang dimakruhkan atau sebaiknya tidak dilakukan, seperti yang dapat disimak secara detail melalui rekaman berikut ini:

102 total views, 1 views today