Khutbah Jum’at: Bulan Ramadhan, Bulan Penuh Berkah

“Wahai kaum Muslimin, roda kehidupan terus berputar dengan segala pernak-perniknya; panas dan dingin, hal-hal yang membahagiakan dan juga hal-hal yang menyedihkan, kesulitan dan kelapangan; dimana tidak akan berlalu satu musim atau fase, kecuali Allah akan menggantinya dengan musim atau fase yang lain, termasuk di dalamnya waktu-waktu yang penuh berkah, malam-malam yang agung, hari-hari yang mulia, beberapa bulan yang suci, serta satu bulan yang diberkahi. Sungguh saat ini Allah swt. telah mengizinkan agar pintu-pintu dan lembaran-lembaran dari bulan yang penuh keberkahan (bulan Ramadhan) itu untuk dibuka, sehingga saat ini seluruh manusia akan memasuki “Pasar Ramadhan” yang penuh dengan berbagai kebaikan dan keberkahan. Maka, beruntunglah orang yang mau memanfaatkannya, dan merugilah orang yang menyia-nyiakannya,” papar Syeikh Sa’ud bin Ibrahim al-Shuraim mengawali khutbah Jum’atnya di Masjidil Haram, 30 Sya’ban 1438 H atau 26 Mei 2017.

Dalam khutbah yang mengupas masalah Bulan Ramadhan dan berbagai keutamaannya itu, Syeikh al-Shuraim selaku Khatib mengingatkan Jama’ah agar memanfaatkan dengan baik kedatangan bulan yang penuh keberkahan itu, dan agar menyambutnya seperti tamu agung yang harus dihormati.

“Benar, wahai hamba-hamba Allah, sebentar lagi bulan yang penuh keberkahan itu akan datang kepada kalian, maka janganlah kalian menyia-nyiakannya. Ia akan datang kepada kalian seperti layaknya seorang tamu, karena itu sambutlah ia dengan baik. Siapkanlah hatimu untuk menghormati dan mengagungkannya. Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah satu musim dimana di dalamnya hati orang-orang mukallaf akan diuji dan dinilai sejauhmana mereka menghormati dan mengagungkannya,” jelas Khatib.

Khatib menambahkan, bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya seorang Mukmin akan meninggalkan makanan, minuman dan syahwatnya untuk sementara waktu, sebagai wujud kepatuhan dan ketaatannya kepada perintah Tuhan. Oleh karenanya, tidaklah patut bagi orang yang berakal untuk melakukan hal-hal yang dapat menodai kesucian bulan yang penuh berkah itu.

Khatib juga menjelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur`an, sebuah Kitab yang semestinya menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia dan sebuah hujjah yang dapat memisahkan antara yang haq dan yang batil. Terkait hal ini, Khatib menekankan bahwa semestinya tidak ada jarak atau gap antara umat Islam dengan upaya untuk membaca, mentadabburi dan mengamalkan Al-Qur`an sekaligus, tidak hanya satu aspek saja.

“….sebab, satu umat yang hanya membaca tetapi tidak mau mentadabburi (kitab sucinya), mereka seperti orang-orang yang hanya bisa mendengar tetapi tidak bisa mencerna. Umat yang hanya membaca dan mentadabburi tetapi tidak mau mengamalkan (kitab sucinya), mereka seperti umat yang dimurkai. Sedangkan umat yang mau mengamalkan tetapi tidak mau membaca dan mentadabburi (kitab sucinya), maka mereka seperti umat yang sesat,” tegas Khatib.

Selain itu, Khatib juga menyinggung dan meluruskan pemahaman-pemahaman yang tidak benar seputar bulan Ramadhan, diantaranya pemahaman sebagian orang yang menganggap bulan Ramadhan adalah bulan untuk bermalas-malasan.

Khutbah pertama ditutup dengan harapan Khatib mudah-mudahan Allah swt. menjadikan kita sebagai orang-orang yang mau memanfaatkan dengan baik bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, bukan sebagai orang-orang yang menyia-nyiakannya. (AF)

91 total views, 1 views today