Khutbah Jum’at: Ramadhan Bulan Al-Qur`an

“Jama’ah shalat Jum’at azzakumullah, ketika disebut bulan Ramadhan, sebagian besar kita langsung teringat dengan puasa, dan ketika teringat kalimat puasa, mungkin teringat buka puasa. Tetapi kalau kita meruntut ke Al-Qur`an, ketika Allah menyebut bulan Ramadhan, dan sekali-kalinya Allah menyebut bulan Ramadhan dan tidak terulang, dan tidak ada nama bulan di dalam Al-Qur`an yang disebut namanya kecuali Ramadhan, dan ketika menyebut bulan Ramadhan pun tidak terulang di surat maupun ayat yang lain. Apa yang Allah sebutkan, yang sangat identik dengan Ramadhan? Bukan puasa, yang disebut adalah turunnya Al-Qur`an,” papar Ust. Jumharuddin Lc. dalam khutbah Jum’at di Masjid Raya Pondok Indah, 14 Ramadhan 1438 H atau 9 Juni 2017.

Khatib yang merupakan jebolan Universitas Al-Azhar Mesir itu, kemudian membacakan firman Allah swt. dalam surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).(QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Dari firman Allah di atas, Khatib menyimpulkan bahwa yang paling identik dengan Ramadhan adalah Al-Qur`an. Bahkan menurutnya, Ramadhan menjadi istimewa karena Al-Qur`an. Al-Qur`anlah yang menjadikan Ramadhan istimewa, bukan Ramadhan yang menjadikan Al-Qur`an istimewa.

“Jadi yang paling identik dengan Ramadhan adalah Al-Qur`an. Jika tidak turun Al-Qur`an, maka Ramadhan menjadi bulan biasa. Bahkan, nama Ramadhan itu sudah dikenal sebelum Nabi diutus. Menjadi istimewa, ketika Allah menginginkan bulan Ramadhan menjadi bulan turunnya Al-Qur`an,” jelas Khatib.

Khatib juga menegaskan bahwa dalam surah Ar-Rahman, surah yang berbicara tentang berbagai nikmat yang Allah anugerahkan kepada manusia dan jin, Allah swt. menjadikan Al-Qur`an sebagai nikmat yang pertama kali disebut di antara nikmat-nikmat tersebut.

“Ketika menyebutkan Rahman, ketika menyebutkan nikmat, ranking pertama yang Allah sebutkan adalah Al-Qur`an. Berarti nikmat terbesar yang Allah agunerahkan kepada manusia adalah turunnya Al-Qur`an,” tegas Khatib.

Khatib kemudian melontarkan sejumlah pertanyaan sebagai bahan introspeksi bagi kita semua:

  • Jika Al-Qur`an itu nikmat, mengapa kita jauh sekali dari Al-Qur`an?
  • Mengapa kita tidak bergembira ketika berinteraksi dengan Al-Qur`an?
  • Mengapa kita tidak semangat untuk membaca nikmat Allah berupa firman-firman Allah swt.?

81 total views, 1 views today