Khutbah Jum’at: 3 Tipe Manusia Dalam Bulan Ramadhan

“Wahai Kaum Muslimin, tidak sedikit nash (al-Qur`an dan Hadits) yang berbicara mengenai keutamaan Bulan Shiyam dan Qiyam, yaitu Bulan Ramadhan yang diberkahi. Bahkan masyarakat pada umumnya sudah mengetahui tentang kedudukan dan keagungan bulan ini, dan juga pengaruhnya yang besar dalam mendidik ruh, jiwa dan hati manusia,” papar Syeikh Khalid Al-Ghamdi mengawali khutbahnya pada shalat Jum’at di Masjidil Haram, 21 Ramadhan 1438 H atau 16 Juni 2017 M.

Dalam khutbahnya itu, Syeikh Al-Ghamdi menekankan bahwa dalam menghadapi Ramadhan yang datang setiap tahun, manusia terbagi menjadi 3 golongan:

Golongan Pertama adalah golongan orang-orang yang tidak merasakan keagungan bulan Ramadhan serta pengaruhnya terhadap keimanan dan spiritual manusia. Menurut Khatib, orang yang termasuk ke dalam golongan ini akan menzhalimi dirinya dengan tidak melakukan berbagai ketaatan dan pendekatan kepada Allah swt., baik melalui amaliah yang wajib ataupun sunah. Bahkan, dia tidak malu untuk melakukan berbagai kemaksiatan, baik dengan hati, lidah, mata, ataupun telinganya dalam bulan suci ini.

“Orang-orang seperti ini tidak mengambil manfaat sedikitpun dari bulan Ramadhan ini. Bahkan meskipun mereka sudah berada di 10 hari terakhir, mereka sama sekali tidak berupaya untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang ada justru semakin jauh dari-Nya,” tegas Khatib.

Golongan kedua adalah golongan orang-orang yang bersikap sedang-sedang saja. Secara umum, mereka menjalankan hal-hal yang wajib dan menjauhi hal-hal yang diharamkan, tetapi mereka tidak mau berupaya lebih dengan bersegera dan berlomba-lomba dalam melakukan kebajikan di bulan suci ini.

“Orang seperti ini tidak memiliki semangat dan gairah yang tinggi untuk bersegera dan berlomba-lomba dalam meraih keuntungan semaksimal mungkin dalam perdagangan dengan Allah yang selalu menguntungkan. Dia berjalan menuju Allah dengan kecepatan sedang-sedang saja, dan dia pun akan mendapatkan pahala sesuai niatnya,” jelas Khatib.

Sedangkan golongan ketiga adalah golongan orang-orang yang berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Mereka beranggapan bahwa bulan Ramadhan merupakan sarana untuk melatih keimanan, mendidik jiwa dan memperbaiki diri. Sehingga hati mereka pun terdorong untuk bersungguh-sungguh dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, memperbaiki perilaku dan kebiasaannya, serta mensucikan hati dan jiwanya.

“Orang seperti ini akan memanfaatkan hari-hari dan malam-malam di bulan Ramadhan untuk melakukan satu perubahan yang bermanfaat dan untuk memperbaiki diri. Dia akan bersungguh-sungguh dan berlomba-lomba dalam melakukan berbagai kebaikan, hingga dia akan mendapatkan kemenangan dan semakin hari semakin dekat kepada Allah swt.,” papar Khatib.

Selain itu, Khatib juga menegaskan bahwa banyak sekali nilai yang ditanamkan atau diajarkan oleh Bulan Suci Ramadhan. Namun menurutnya, banyak sedikitnya yang diserapkan oleh masing-masing orang tergantung pada kesiapan hati masing-masing dalam menyambutnya.

56 total views, 3 views today