Khutbah Jum’at: Menyambung Tali Silaturahim

“Ramadhan telah berlalu dari kita, Ramadhan telah meninggalkan kita, tentu harapan kita, kita bisa meraih kemuliaan Ramadhan dan apa yang Allah ajarkan, yang Allah didik selama Ramadhan tahun depan,” papar Ust. Abdurrahman Sofyan, S.Ag., mengawali khutbah Jum’atnya di Masjid Raya Pondok Indah, 7 Juli 2017 M atau bertepatan dengan 13 Syawal 1438 H.

Dalam khutbah singkat itu, Khatib menekankan bahwa ada dua aspek penting yang harus menjadi fokus perhatian seorang Muslim dalam proses penghambaan diri kepada Allah swt. Kedua aspek tersebut adalah aspek vertikal atau hubungan dengan Allah, Sang Khaliq, dan aspek horizontal atau hubungan dengan sesama manusia.

“Dua aspek memang yang tiada pernah luput di dalam penghambaan diri kita kepada Allah swt., terutama di bulan suci Ramadhan. Yang pertama, aspek secara vertikal hubungan kita kepada Allah. Betapa tidak, Allah mengajarkan kepada kita untuk banyak mengingat dengan berdzikir, dengan meningkatkan shalat, tidak hanya shalat yang wajib, tetapi juga yang sunnah, lalu membaca Al-Qur`an. Di akhir Ramadhan itu, dengan ibadah yang bernilai aspek horizontal, atau hubungan manusia dengan manusia, yaitu dengan zakat fitrah. Maka, Ramadhan mengajarkan kepada kita tidak hanya kewajiban keimanan yang maksimal di dalam hati kita, tetapi (juga) kepedulian kita terhadap sesama,” papar Khatib.

Menurut Khatib, menyambung tali silaturahim adalah salah satu bagian dari aspek horizontal yang harus terus dijaga dan dipelihara dengan baik, sesuai firman Allah di awal surah An-Nisa:

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa` [3]: 1)

Khatib juga menegaskan bahwa kedua aspek tersebut, baik vertikal ataupun horizontal, kedua-duanya harus dijalankan dengan baik, tidak boleh hanya memilih salah satunya. Dalam artian, keimanan dan ketakwaan kepada Allah harus diimplementasikan dengan menjaga hubungan secara vertikal kepada Allah dan juga secara horisontal terhadap sesama manusia. Tidak bisa hanya fokus pada salah satunya saja; yaitu dengan fokus beribadah dengan baik kepada Allah swt., sementara akhlak dan perilaku kita terhadap orang lain tidak diperhatikan. Demikian pula sebaliknya, seorang Muslim tidak boleh beranggapan bahwa yang terpenting akhlak atau perilaku kita baik, sementara ibadah atau hubungan vertikal kepada Allah tidak diperhatikan. (AF)

264 total views, 1 views today